|
TEKNOLOGI TEPAT GUNA
Mentri Negara Riset dan Teknologi
Alat Pengolahan |
Budidaya Pertanian |
Budidaya Perikanan |
Budidaya Peternakan |
Pengelolaan dan Sanitasi |
Pengolahan Pangan
TTG
PENGOLAHAN PANGAN
PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA I
- PENGAWETAN
Secara garis besar pengawetan dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu
:
- PENGAWETAN SECARA ALAMI
Proses pengawetan secara alami meliputi pemanasan dan pendinginan.
- PENGAWETAN SECARA BIOLOGIS
Proses pengawetan secara biologis misalnya dengan peragian
(fermentasi). Peragian (Fermentasi) Merupakan proses perubahan
karbohidrat menjadi alkohol. Zat-zat yang bekerja pada proses
ini ialah enzim yang dibuat oleh sel-sel ragi. Lamanya proses
peragian tergantung dari bahan yang akan diragikan.
Enzim
Enzim adalah suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh
sel-sel hidup dan dapat membantu mempercepat bermacam-macam
reaksi biokimia. Enzim yang terdapat dalam makanan dapat berasal
dari bahan mentahnya atau mikroorganisme yang terdapat pada
makanan tersebut. Bahan makanan seperti daging, ikan susu,
buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara
normal ikut aktif bekerja di dalam bahan tersebut. Enzim dapat
menyebabkan perubahan dalam bahan pangan. Perubahan itu dapat
menguntungkan ini dapat dikembangkan semaksimal mungkin, tetapi
yang merugikan harus dicegah. Perubahan yang terjadi dapat
berupa rasa, warna, bentuk, kalori, dan sifat-sifat lainnya.
Beberapa enzim yang penting dalam pengolahan daging adalah
bromelin dari nenas dan papain dari getah buah atau daun pepaya.
Enzim Bromalin
Didapat dari buah nenas, digunakan untuk mengempukkan daging.
Aktifitasnya dipengaruhi oleh kematangan buah, konsentrasi
pemakaian, dan waktu penggunaan. Untuk memperoleh hasil yang
maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda. Semakin banyak
nenas yang digunakan, semakin cepat proses bekerjanya.
Enzim Papain
Berupa getah pepaya, disadap dari buahnya yang berumur 2,5~3
bulan. Dapat digunakan untuk mengepukan daging, bahan penjernih
pada industri minuman bir, industri tekstil, industri penyamakan
kulit, industri pharmasi dan alat-alat kecantikan (kosmetik)
dan lain-lain. Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk
serbuk putih kekuningan, halus, dan kadar airnya 8%. Enzim
ini harus disimpan dibawah suhu 60°C. Pada 1 (satu) buah
pepaya dapat dilakukan 5 kali sadapan. Tiap sadapan menghasilkan
+ 20 gram getah. Getah dapat diambil setiap 4 hari
dengan jalan menggoreskan buah tersebut dengan pisau.
- PENGAWETAN SECARA KIMIA
Menggunakan bahan-bahan kimia, seperti gula pasir, garam dapur,
nitrat, nitrit, natrium benzoat, asam propionat, asam sitrat,
garam sulfat, dan lain-lian. Proses pengasapan juga termasuk
cara kimia sebab bahan-bahan kimia dalam asap dimasukkan ke
dalam makanan yang diawetkan. Apabila jumlah pemakainannya
tepat, pengawetan dengan bahan-bahan kimia dalam makanan sangat
praktis karena dapat menghambat berkembangbiaknya mikroorganisme
seperti jamur atau kapang, bakteri, dan ragi.
- Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat)
Sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang.
Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang digunakan
adalah 0,32 % atau 3,2 gram/kg bahan; sedngkan untuk bahan
dari keju, dosis maksimum sebesar 0,3 % atau 3 gram/kg
bahan.
- Asam Sitrat (citric acid)
Merupakan senyawa intermedier dari asam organik yang berbentuk
kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini maudah larut
dalam air, spriritus, dan ethanol, tidak berbau, rasanya
sangat asam, serta jika dipanaskan akan meleleh kemudian
terurai yang selanjutnya terbakar sampai menjadi arang.
Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti
nenas, jeruk, lemon, markisa. Asam ini dipakai untuk meningkatkan
rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan
minum, produk air susu, selai, jeli, dan lain-lain. Asam
sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dan sirup,
digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu,
gula-gula (termasuk fondant), dan juga untuk mencegah
pemucatan berbagai makanan, misalnya buah-buahan kaleng
dan ikan. Larutan asam sitrat yang encer dapat digunakan
untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam pada udang.
Penggunaan maksimum dalam minuman adalah sebesar 3 gram/liter
sari buah.
- Benzoat (acidum benzoicum atau flores benzoes atau
benzoic acid)
Benzoat biasa diperdagangkan adalah garam natrium benzoat,
dengan ciri-ciri berbentuk serbuk atau kristal putih,
halus, sedikit berbau, berasa payau, dan pada pemanasan
yang tinggi akan meleleh lalu terbakar
- Bleng
Merupakan larutan garam fosfat, berbentuk kristal, dan
berwarna kekuning-kuningan. Bleng banyak mengandung unsur
boron dan beberapa mineral lainnya. Penambahan bleng selain
sebagai pengawet pada pengolahan bahan pangan terutama
kerupuk, juga untuk mengembangkan dan mengenyalkan bahan,
serta memberi aroma dan rasa yang khas. Penggunaannya
sebagai pengawet maksimal sebanyak 20 gram per 25 kg bahan.
Bleng dapat dicampur langsung dalam adonan setelah dilarutkan
dalam air atau diendapkan terlebih dahulu kemudian cairannya
dicampurkan dalam adonan.
- Garam dapur (natrium klorida)
Garam dapur dalam keadaan murni tidak berwarna, tetapi
kadang-kadang berwarna kuning kecoklatan yang berasal
dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya. Air laut mengandung
+ 3 % garam dapur.
Garam dapur sebagai penghambat pertumbuhan mikroba, sering
digunakan untuk mengawetkan ikan dan juga bahan-bahan
lain. Pengunaannya sebagai pengawet minimal sebanyak 20
% atau 2 ons/kg bahan.
- Garam sulfat
Digunakan dalam makanan untuk mencegah timbulnya ragi,
bakteri dan warna kecoklatan pada waktu pemasakan.
- Gula pasir
Digunakan sebagai pengawet dan lebih efektif bila dipakai
dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri. Sebagai
bahan pengawet, pengunaan gula pasir minimal 3% atau 30
gram/kg bahan.
- Kaporit (Calsium hypochlorit atau hypochloris calsiucus
atau chlor kalk atau kapur klor)
Merupakan campuran dari calsium hypochlorit, -chlorida
da -oksida, berupa serbuk putih yang sering menggumpal
hingga membentuk butiran. Biasanya mengandung 25~70 %
chlor aktif dan baunya sangat khas. Kaporit yang mengandung
klor ini digunakan untuk mensterilkan air minum dan kolam
renang, serta mencuci ikan.
- Natrium Metabisulfit
Natrium metabisulfit yang diperdagangkan berbentuk kristal.
Pemakaiannya dalam pengolahan bahan pangan bertujuan untuk
mencegah proses pencoklatan pada buah sebelum diolah,
menghilangkan bau dan rasa getir terutama pada ubi kayu
serta untuk mempertahankan warna agar tetap menarik.
Natrium metabisulfit dapat dilarutkan bersama-sama bahan
atau diasapkan. Prinsip pengasapan tersebut adalah mengalirkan
gas SO2 ke dalam bahan sebelum pengeringan. Pengasapan
dilakukan selama + 15 menit. Maksimum penggunaannya sebanyak
2 gram/kg bahan. Natrium metabisulfit yang berlebihan
akan hilang sewaktu pengeringan.
- Nitrit dan Nitrat
Terdapat dalam bentuk garam kalium dan natrium nitrit.
Natrium nitrit berbentuk butiran berwarna putih, sedangkan
kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya
tinggi dalam air.
Nitrit dan nitrat dapat menghambat pertumbuhan bakteri
pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering
digunakan pada danging yang telah dilayukan untuk mempertahankan
warna merah daging.
Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1 % atau 1 gram/kg
bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2 % atau 2 gram/kg
bahan. Apabila lebih dari jumlah tersebut akan menyebabkan
keracunan, oleh sebab itu pemakaian nitrit dan nitrat
diatur dalam undang-undang. Untuk mengatasi keracunan
tersebut maka pemakaian nitrit biasanya dicampur dengan
nitrat dalam jumlah yang sama. Nitrat tersebut akan diubah
menjadi nitrit sedikit demi sedikit sehingga jumlah nitrit
di dalam daging tidak berlebihan.
- Sendawa
Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih
atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa mudah
larut dalamair dan meleleh pada suhu 377°C. Ada tiga
bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat dan
natrium nitrat. Sendawa dapat dibuat dengan mereaksikan
kalium khlorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat.
Dalam industri biasa digunakan untuk membuat korek api,
bahan peledak, pupuk, dan juga untuk pengawet abahn pangan.
Penggunaannya maksimum sebanyak 0,1 % atau 1 gram/kg bahan.
- Zat Pewarna
Zat pewarna ditambahkan ke dalam bahan makanan seperti
daging, sayuran, buah-buahan dan lain-lainnya untuk menarik
selera dankeinginan konsumen. Bahan pewarna alam yang
sering digunakan adalah kunyit, karamel dan pandan. Dibandingkan
dengan pewarna alami, maka bahan pewarna sintetis mempunyai
banyak kelebihan dalam hal keanekaragaman warnanya, baik
keseragaman maupun kestabilan, serta penyimpanannya lebih
mudah dan tahan lama. Misalnya carbon black yang sering
digunakan untuk memberikan warna hitam, titanium oksida
untuk memutihkan, dan lain-lain. Bahan pewarna alami warnanya
jarang yang sesuai dengan yang dinginkan.
- PROSES BEBAS KUMAN
Ada dua cara proses bebas kuman, yaitu sterilisasi dan pasteurisasi
- Sterilisasi
Adalah proses bebas kuman, virus, spora dan jamur. Keadaan steril
ini dapat dicapai dengan cara alami maupun kimiawi. Secara alami
dapat dilakukan dengan:
- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 100oC
selama 15 menit, untuk mematikan kuman dan virus;
- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 120
oC selama 15 menit untuk mematikan spora dan jamur.
Secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan antiseptik
dan desinfektan.
- Antiseptik
Merupakan zat yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan
jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada
jaringan hidup. Ada beberapa bahan yang sering digunakan
sebagai antiseptik, antara lain:
- Alkohol, efektif digunakan dengan kepekatan 50~70
%;untuk memecah protein yang ada dalam kuman penyakit
sehingga pertumbuhannya terhambat.
- Asam dan alkali, penggunaannya sama dengan alkohol.
- Air raksa (hidrargirum=Hg), arsenikum (As) dan
Argentum (Ag), yang bekerja melalui sistem enzim
pada kuman penyakit.
- Pengoksida, juga bekerja pada sistem enzim kuman
penyakit. Terdiri dari iodium untuk desinfektan
kulit dan chlor untuk desinfektan air minum.
- Zat warna, terutama analin dan akridin yang dipakai
untuk mewarnai kuman penyakit sehingga mudah untuk
menemukan jaringan mana dari kuman tersebut yang
akan dihambat pertumbuhannya.
- Pengalkil, yang digunakan untuk memecah protein
kuman sehingga aktifitasnya terhambat. Contohnya
adalah formaldehid.
- Desinfektan
Merupakan bahan kimia yang digunakan untukmencegah terjadinya
infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri
dan virus, juga untuk membunuh kuman penyakit lainnya.
Jenis desinfektan yang biasa digunakan adalah chlor
atau formaldehid. Jenis ini lebih efektif bila dicampur
dengan air terutama dalampembuatan es. Untuk menjaga
kualitas ikan penggunaan chlor sebanyak 0,05 % atau
0,5 gram/liter air sangat efektif
- Pasteurisasi
Dilakukan dengan memanaskan tempat yang telah diisi makanan
atau minuman dalam air mendidih pada suhu sekurang-kurangnya
63°C selama 30 menit, kemudian segera diangkat dan didinginkan
hingga suhu maksimum 10°C. Dengan cara ini maka pertumbuhan
bakteri dapat dihambat dengan cepat tanpa mempengaruhi rasa
makanan dan minuman.
- DAFTAR PUSTAKA
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1988. 1090 hal.
- Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtisar Baru-Van Hoeve,
1984. 7 jilid.
- Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta: PT. Cipta Adi
Pustaka, 1990. 18 jilid.
- Ensiklopedi Umum. Jakarta: Yayasan Kanisius. 1977.1192
hal.
- Hudaya, S. Food Additives. Bandung: Fakultas Pertanian
- Universitas Pajajaran, 1978. 26 hal.
- Indrawati, T. et al. Pembuatan keap keong sawah dengan
menggunakan enzim bromelin. Jakarta: Balai Pustaka, 1983.
- Winarno, F.G.; S. Fardiaz; A. Rahman. Perkembangan Ilmu
teknologi pangan. Bogor: Fakultas Mekanisme dan Teknologi
Hasil Pertanian - Institut Pertanian Bogor, 1974. 57 hal.
- KONTAK HUBUNGAN
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend.
Gatot Subroto 10 Jakarta 12910.
Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan
Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI
bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.
|