Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

VI

VI.IB.01

JUDUL :
PENGEMBANGAN RENCANA INDUK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMERINTAH DAERAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGIS: Kasus RISIMDA Kalimantan Tengah 

PENGARANG : Muhammad Arief, Samargi, Meidy Layooari, Michael A. Purwoadi Muhammad Arief, Samargi, Meidy Layooari, Michael A. Purwoadi

Abstract
This paper describe the steps we have developed to design District Government Management Information System Master Plan (RISIMDA) for Central Kalimantan Province Government by using management strategic approach. The outputs of this research have both theoretical and practical contributions. Theoretically, a framework for developing RISIMDA is developed. On the practical side, this framework has been used to develop RISIMDA for Central Kalimantan Province Government. We believe that the framework will become a valuable tool for other district government to design and develop their own RISIMDA

Kata Kunci : sistem informasi manajemen, pemerintah daerah, manajemen strategis, kasus risimda, Kalimantan Tengah

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol.1, hal. 30 - 39 /HUMAS-BPPT/ANY

PENDAHULUAN
Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah RI No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom memberikan wewenang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi daerahnya masing-masing. Wewenang ini juga berpengaruh pada meningkatnya tanggungjawab, karena pelimpahan tugas dan wewenang yang sebelumnya dipegang oleh pemerintah pusat.

Hal ini antara lain meliputi badan-badan atau dinas-dinas yang sebelum turunnya UU dan PP tersebut berada dibawah tanggungjawab badan-badan/dinas-dinas tingkat pusat, kemudian menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Untuk selanjutnya badan-badan dan dinas-dinas disebut sebagai unit kerja.

Perubahan ini juga menimbulkan lebih banyak tantangan bagi unit kerja yang bersangkutan, dimana mereka harus berkoordinasi dan berkerjasama dengan dua pihak, yaitu pada tatanan vertikal untuk hal-hal yang bersifat teknis fungsional bertanggungajawab pada unit kerja yang lebih tinggi, sedangkan secara horisontal untuk hal-hal teknis administratif bertanggungjawab pada pemerintah daerah.

Dilihat dari sisi sistem informasi manajemen, perubahan ini memberi pengaruh yang sangat besar bagi pemerintah daerah berupa meningkatnya jumlah data dan informasi yang dimiliki. Untuk itu diperlukan suatu sistem pengelolaan data yang baik agar dapat terjadi sinergi yang akan mendorong pembangunan didaerah sehingga visi dan misi pemerintah daerah dapat dicapai. 

Kondisi sekarang ini, dimana sebagian besar unit kerja mengembangkan system informasi masing-masing atau mendapatkan sistem informasi dari unit yang lebih tinggi di tingkat pusat, tanpa adanya standard yang baku menyulitkan pemerintah daerah untuk menggabungkannya. Disamping itu banyak juga terjadi tumpang tindih tanggungjawab sehingga kadang-kadang ada beberapa unit kerja melakukan suatu kegiatan yang sama tanpa koordinasi sehingga terjadi duplikasi dan inkonsistensi data serta inefisiensi dana. Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa masih banyak unit kerja yang belum memiliki sistem informasi yang memadai sehingga pengolahan data masih dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu lama jika pemerintah daerah memerlukan data atau informasi.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas dirasa perlu bagi pemerintah daerah untuk memiliki suatu Rencana Induk Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Daerah yang komprehensif dan lengkap.

KESIMPULAN
Pada paper ini dibahas langkah-langkah pengembangan RISIMDA dengan pendekatan manajemen strategis yang dikerjakan untuk pemerintah daerah propinsi Kalimantan Tengah. 

Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi baik pada aspek teori maupun praktek. Secara teori, dikembangkan sebuah framework untuk penyusunan RISIMDA. Secara praktek, framework ini digunakan untuk penyusunan RISIMDA Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Tengah yang dapat dipakai sebagai acuan dasar bagi penerapan sistem informasi di lingkungan pemerintah daerah propinsi Kalimantan Tengah. Proses pengembangan ini adalah proses yang berlangsung secara terus-menerus dan harus diperbaharui secara periodik, tidak berhenti dengan selesainya rencana induk ini.

Karena besar dan luasnya cakupan kegiatan dan terbatasnya ruang yang tersedia, kami tidak dapat menyampaikan seluruh hasil kegiatan, akan tetapi hanya sebagian yang dapat memberikan gambaran dari esensi seluruh kegiatan yang dilakukan.

Dengan selesainya penyusunan RISIMDA pemerintah daerah propinsi Kalimantan Tengah yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan manajemen strategis, diharapkan dapat dijadikan contoh bagi pemerintah daerah yang lain dalam merencanakan pemanfaatan dan penerapan sistem informasi sehingga dapat membuat suatu sistem informasi pemerintah daerah yang efektif dan efisien.