Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

VI

VI.IA.04

JUDUL :
TEKNOLOGI SISTEM MANUFAKTUR TERINTEGRASI INTEGRATOR FLEXIBLE MANUFACTURING SYSTEM MODULE

PENGARANG : Erzi Agson-Gani, Edy Boedianto

Abstract
Technology self-reliance becomes a competitive edge on the globalization era. On the other hand, since the early 1960s manufacturing technologies growth very fast that were characterized by NC machining, CNC machining, robotics, group technology, FMS and CIM. This situation gives the idea for MEPPO to do a research program on the Integrated Manufacturing System (IMS) technology. IMS is a concept technology for the CIM implementation in the factory of the future. The program is divided into three steps that started on 2002 where in the first step MEPPO has developed an integrator of FMS module. The hardware system is coming from multi vendor. The integration system based on the Omron PLC system and the FMS module uses a Festo that consist of a distributing, testing, processing, handling and sorting stations. Several algorithms have been developed to solve handshaking problems. Some typical works on the production system either discrete or continuous processes at various levels of complexity have been simulated and tested successfully. The next step, the system will be enhanced by integrating a robot assembly, conveyor & warehouse system. 

Kata Kunci : teknologi produksi, manufacturing process, fexible manufacturing system (FMS), integrasi-otomasi, programmable logic controller (PLC).

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. I, hal. 17 - 22 /HUMAS-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Pada era globalisasi industri memasuki a new age of global competitiveness. Agar tetap exist, industri harus meningkatkan daya saing mereka dengan mencari kiat agar proses transformasi input menjadi output pada sistem produksinya (lihat gambar 1) menjadi lebih effisien dan effektif yaitu produkya lebih baik, lebih murah dan lebih cepat penyerahannya 

Mengingat informasi dan teknologi telah menjadi salah satu faktor utama sistem produksi, maka kemandirian teknologi menjadi competitive edge yang harus dimiliki suatu bangsa. Ketergantungan yang tinggi pada teknologi luar negeri menyebabkan belum kuatnya struktur industri nasional Indonesia seperti terlihat pada gambar 2. Gambar 2 memperlihatkan bahwa industri Indonesia hanya berpartisipasi pada sektor pengolahan sumber daya alam dan hampir tidak sama sekali berpartisipasi pada sektor industri, yang tingkat pertumbuhan dan nilai pasar ekspornya tinggi (terutama permesinan). 

Berdasarkan hal-hal diatas dan sesuai dengan kompetensinya, maka Balai MEsin Perkakas, teknik Produksi dan Otomasi (MEPPO) BPPT sejak tahun 2002 telah melaksanakan program pengembangan teknologi Integrated Manufacturing System (IMS). Pada tahap pertama, kegiatan ini difokuskan untuk mengembangkan sistem integrator yang berbasiskan sistem PLC Omron dengan menggunakan FMS module dari Festo. FMS module yang digunakan meliputi distributing, testing, processing, handling & sorting stations.

KESIMPULAN
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:

  1. Teknologi Integrated Manufacturing System memberikan banyak keuntungan dalam meningkatkan effisiensi industri manufaktur. Kelebihan ini menyebabkan IMS yang selanjutnya dikembangkan menjadi Computer Integrated Manufaturing System menjadi bagian utama sistem pabrik masa depan (factory of the future).
  2. Pada era globalisasi, teknologi menjadi salah satu competitive edge. Oleh karena itu, agar bisa bersaing, kemandirian teknologi harus menjadi faktor yang dimiliki suatu bangsa. Untuk mencapai hal tersebut, sesuai dengan kompetensinya MEPPO-BPPT melaksanakan program pengembangan dan penerapan teknologi IMS.
  3. Basic system IMS yang telah dikembangkan pada tahap 1 adalah integrator FMS module. Integrator terdiri dari hardware dan software system yang meliputi a) wiring system (integrasi sub-sistem power supply, relay dan terminalisasi alamat sinyal control), b) program PLC (mode automatic/manual, mode berdiri sendiri tiap stasiun atau komunikasi antar stasiun), c) eksekusi penyelamatan (reset, quit dan emergency stop)
  4. Pada saat ini sistem yang ada telah dapat dijadikan wahana pelatihan untuk pembelajaran dan pemahaman proses produksi industri, mulai dari tingkatan basic, intermediate dan tingkatan advance (hardware simulation model).