Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

Untitled Document

V5.N5.19

JUDUL : PROSES EKSTRAKSI DAN MANFAAT ALGINAT DI BIDANG FARMASI

PENGARANG : Achmad Zatnika
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Abstract

Alginate is phycocolloid or hydrocolloid extracted from Phaeophyceae (brown algae). The colloid is a linier polymer based on two monomeric units, - D - mannuronic acid and a L guluronic acid. The commercial seaweed sources for alginate are species Laminaria, Lessonia, Ascophyllum, Sargassum, and Turbinaria. Several uses of alginate for pharmaceutical products that can be listed are cosmetic masker, shampoo, soap, slimming or diet food, anti cancer agent, capsules, tablet binder, dental impression material and as subtance for eliminating Sr 90 radiation from human body. Sargassum and Turbinaria is sources for alginate that can plentifully be found in Indonesia. However, only Sargassum have been utilized so far by alginate industries in Indonesia. The process of alginic acid extraction from the seaweed consist of cleaning the seaweed; acid treatment; alkali treatment; filtration; precipitation of calcium alginate; conversion of calcium alginate to alginic acid and conversion of alginic acid to sodium alginate.

Kata kunci: Alginat, rumput laut, Sargassum, ekstraksi, manfaat, kesehatan.

SUMBER : Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, V5. N5, Agustus 2003, hal. 143-150 /Humas-BPPT/ANY


PENDAHULUAN

Ekspedisi laut Siboga (1899 1900) telah mengidentifikasi 555 jenis rumput laut yang tumbuh di perairan laut Indonesia (Van Bosse, 1928). Dari jenis rumput laut yang tersebar di perairan pantai telah dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebanyak 23 jenis untuk sayuran dan makanan (Heyne, 1922). Sedangkan Zaneveld (1955) telah mencatat 56 jenis rumput laut dimanfaakan sebagai makanan dan obat-obatan. Anggadiredja (1992) telah melakukan studi dan mencatat 61 jenis rumput laut dari 27 marga yang tumbuh di perairan sekitar Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Selatan, Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi dan beberapa pulau di Maluku, dari jumlah tersebut 21 jenis diantaranya dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Jenis rumput laut penghasil alginat antara lain Laminaria (Norwegia, Perancis, Cina, Jepang, Korea), Lessonia (Chile), Ascophyllum (Skotlandia, Irlandia), Ecklonia (Jepang, Korea), Macrocystis (Australia, Amerika Utara), Sargassum dan Turbinaria (Indonesia, Filipina). Diantara jenis-jenis rumput laut tersebut yang dijumpai tumbuh melimpah secara alami di perairan laut Indonesia adalah Sargassum dan Turbinaria . Akan tetapi dari kedua jenis tersebut yang sudah dimanfaatkan oleh industri alginat di Indonsia hanya jenis Sargassum karena lebih mudah didapat dan mengandung alginat lebih banyak dibandingkan Turbinaria .


PENUTUP

Hampir dua pertiga dari luas negara Republik Indonesia terdiri dari laut, sehingga negara RI dikatakan sebagai Benua Maritim. Maka tidak akan mengherankan bila negara yang dilalui khatulistiwa ini kaya akan sumberdaya lautnya. Disamping fauna laut yang beraneka ragam dijumpai juga flora laut seperti algae yang dapat dimanfaatkan untuk makanan, obat-obatan dan bahan baku farmasi lainnya. Alginat hanyalah salah satu produk dari algae laut kelas Phaeophyceae (algae coklat) yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk produk-produk kefarmasian juga industri makanan dan minuman.

Masih terdapat puluhan jenis rumput laut dari kelas Rhodophyceae yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku obat, baik obat tradisional maupun obat modern. Bahan baku obat tidak hanya dimiliki oleh tumbuhan darat tetapi juga dapat ditambang dari laut yaitu dari rumput laut.