Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

Untitled Document

V4.n5.29

JUDUL : UJI STABILITAS KAPAL IKAN AKIBAT GELOMBANG STERN QUATERING

PENGARANG : M. Ridwan Utina

Abstract

Ship performence at sea waves depend on motion behaviour in waves. Factors such as waves characteristics and ship characteristic it self influenced the motion behaviour of ship. The stability of ship to maintain the ship motion in wave condition play important roll during operation at sea. In the other hand waves direction also contribute the cause of significant roll motion which can lead ship to capsize. The author have conducted model experiment of small fishing boat in order to investigate the effect of stren quatering sea on the stability of the boat. The varaitions of metacentrict height, ship speed, and wave condition are include in this paper.

Katakunci : uji model, stabilitas, gerak kapal, roll, gelombang

Sumber :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.4, No.5, (Agustus 2002), hal. 204-211 Humas-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Pemanfaatan sumber daya laut (sektor perikanan) dimasa mendatang akan mengalami perkembangan yang pesat. Pembangunan dalam bidang perikanan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan pemanfaatan secara luas sumber daya ikan tanpa menggangu kelestariannya.

Dalam mewujudkan konsep pembangunan perikanan yang lestari, maka kontribusi ilmu pengetahuan & teknologi di bidang kelautan sangat diperlukan baik untuk pengkajian ilmiah dan pengendalian pemanfatannya.

Salah satu faktor yang penting dalam pemanfaatan sumber daya ikan adalah armada penangkap dalam hal ini adalah kapal. Sebagian besar dari kapal/perahu penangkap ikan yang dioperasikan oleh nelayan tradisional terbuat dari kayu. Pembuatan kapal/perahu tidak dibuat melalui proses rancang bangun yang bersifat ilmiah. Dari sisi disain konstruksi, proses pemilihan material dan pemasangannya hanya di dasarkan atas informasi turun temurun. Di sisi lain jangkauan daerah operasi juga didasarkan pada pengalaman.

Karena keterbatasan pemikiran dimana faktor keselamatan untuk mengoperasikan kapal/perahu menjadi pertimbangan utama selain faktor kesegaran ikan, maka nelayan menjadi enggan untuk melakukan penangkapan pada tempat yang lebih jauh. Pengetahuan tentang stabilitas perahu secara ilmiah pada saat berlayar dilaut yang bergelombang besar tidak banyak dipahami oleh para nelayan.

Pada daerah penangkapan yang lebih jauh kemungkinan menghadapi gelombang yang besar dan cukup tinggi serta kemungkinan untuk menyelamatkan diri juga mengharapkan bantuan kapal yang berada di radius tersebut sangat kecil.

Dalam kaitan permasalahan kapal ikan tersebut diatas, maka diadakannya pengujian di kolam uji pada salah satu fasilitas kolam uji Manoevering Ocean Engineering Basin (MOB) di UPT-BPPH.


KESIMPULAN

Dari hasil uji model dan pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  • Kondisi gelombang yang dapat menyebabkan kapal terbalik tidak saja karena gelombang dari samping ( beam seas ), namun gelombang dari belakang samping ( stern quatering seas ) pada kapal-kapal tertentu seperti kapal ikan dapat menyebabkan gerak roll yang semakin teramplifikasi sehingga dapat mengarah pada terbaliknya kapal.

  • Untuk dapat mengoperasikan dengan aman, perahu ini sebaiknya dioperasikan pada kondisi keceaptan tidak lebih dari 6 knots dengan tinggi metasentra ideal 0,04 m. Dalam kondisi titik MG demikian maka kondisi stabilitas kapal baik sekali.