Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Balai IPTEKnet) BPPT
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

Untitled Document

V4.n5.27

JUDUL : PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK KOMBUCHA TERHADAP PERSENTASE KARKAS, BOBOT LEMAK ABDOMEN DAN ORGAN DALAM PADA AYAM BROILER

PENGARANG : Sindu Akhadiarto


Abstract

Fermented tea of kombucha is one of natural feed additive which as probiotics and to prevent bacterial pathogen. Material contains of kombucha like organics acids, enzym, vitamin, live microrganism, and another nutrient will be advantage for broiler chicken. Purpose of this reseach is to evaluate kombucha as feed additive for carcass quality, body fat and edible offal. One hundred day old chicken (DOC) used for 3 treatment : comercial feed type 511 from PT Charoen Phokphan, Selfmade feed (local feed) and local feed plus kombucha (1% of water). Percentage of carcass, boy fat and edible offal (Heart, gizzard, lever, and caecum) measured when 35 day old broiler chicken. Percentage of carcass increase 2% when kombucha fed into water, but kombucha doesnt effect for edible offal and body fat (abdominal and surround the upper and lower parts of the digestive tract). Comercial feed result high percentage of carcass because its has high value at body fat.

Katakunci : Feed Additive , pakan lokal, kombucha.

Sumber :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.4, No.5, (Agustus 2002), hal. 190-193 Humas-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Biaya pakan dalam usaha budidaya ternak unggas (ayam broiler), merupakan komponen terbesar, yaitu sekitar 70%. Mahalnya biaya pakan ini disebabkan karena sebagian besar bahan bakunya masih diimport. Di sisi lain, ketersediaan yang tidak menentu dan tidak adanya jaminan stabilitas kualitas bahan pakan dalam negeri, menyebabkan penggunaan bahan baku impor meningkat. Oleh karena itu penggunaan bahan baku pakan impor akan selalu diusahakan berkurang dengan menggunakan bahan pakan lokal yang berpotensi dan memiliki jumlah yang cukup banyak. Beberapa bahan pakan lokal memiliki kandungan nutrisi rendah dan adanya zat anti nutrisi, oleh karena itu diperlukan usaha untuk mengolah dan menambah bahan pakan imbuhan ( feed additive ) untuk membantu meningkatkan pemanfaatan pakan berbahan baku lokal.

Feed additive (pakan tambahan) terdiri dari vitamin, mineral, antibiotik, kontrabiotik, dan faktor lain seperti hormon pertumbuhan yang umumnya digunakan untuk meningkatkan efisiensi pakan dan performan unggas. Beberapa pakan tambahan seperti hormon dan antibiotik telah dilarang penggunaannya di Indonesia karena terkait dengan isu global peternakan unggas saat ini yaitu adanya cemaran residu yang berbahaya bagi konsumen, resistensi bakteri tertentu dan isu lingkungan. Hanya beberapa jenis antibiotik yang masih dapat dipergunakan, diantaranya avilamycin dan flavomycin.

Ayam broiler memerlukan pakan yang berkualitas tinggi untuk menopang pertumbuhan-nya. Disamping itu, keberadaan pakan tambahan dalam pakan terbukti dapat meningkatkan efisiensi pakan, sehingga dapat menguntungkan para peternak ayam broiler.

Beberapa masalah akan muncul dengan pemberian pakan berkualitas tinggi dan penggunaan pakan tambahan khususnya antibiotik pada ayam broiler. Kandungan lemak yang tinggi dan adanya residu antibiotik dalam karkas ayam broiler merupakan dua masalah utama yang perlu ditanggulangi agar dapat menghasilkan produk yang aman dikonsumsi. Akumulasi antibiotik dalam tubuh manusia dapat menyebabkan sejumlah mikroflora menjadi resisten terhadap antibiotik, sehingga untuk jangka panjang membahayakan kesehatan manusia, sedangkan akumulasi lemak dalam tubuh ternak dapat menurunkan nilai komoditi dari ternak tersebut. Dalam upaya menghasilkan produk peternakan yang sehat, maka diperlukan alternatif penggunaan pakan tambahan yang bersifat alami.

Kombucha adalah teh fermentasi yang telah lama dikenal sebagai biofarmasi untuk manusia di beberapa negara. Teh fermentasi kombucha mengandung beberapa mikroorganisme menguntungkan yaitu Acetobacter xylinium , Bacterium glucocum , Acetobacter kategonum, Picha fermentans serta Sacharomyces (2) . Hasil fermentasinya berupa suspensi yang dapat menghasilkan asam glukoronat, asam laktat, vitamin, bahan antibiotik, dan produk lainnya (3).

KESIMPULAN

Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa teh fermentasi kombucha dapat diberikan pada ayam broiler dan tidak berpengaruh negatif. Penambahannnya berpengaruh meningkatkan persentase karkas sebesar 2 %. Persentase organ dalam pada perlakuan pakan lokal dengan pakan lokal ditambah kombucha tidak nyata berbeda pada organ hati, seka, gizard dan jantung, demikian pula dengan lemak abdomen dan lemak organ dalamnya.

Perbedaan antara pakan komersial dan pakan lokal sangat nyata pada setiap parameter yang diukur. Persentase karkas pakan komersial lebih besar dibandingkan dengan pakan lokal karena dipengaruhi oleh komposisi lemak abdomen dan organ dalam.

Disarankan penelitian penggunaan teh fermentasi kombucha dilanjutkan pada level penggunaan yang lebih bervariasi untuk mengetahui pengaruhnya secara lebih rinci.