Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

VII

VII.IIB.03

JUDUL :
APLIKASI ORGANOGENESIS DAN EMBRIOGENESIS SOMATIK UNTUK PERBANYAKAN BIBIT MELON (Cucumis melo L.) cv. JAPANESE CANTALOUPE 

PENGARANG : Rohayati, MSi.
Pusat Audit Teknologi BPPT 

Abstract
In Indonesia, the muskmelon seeds are still imported. This causes the cost of seeds expensive. Tissue culture technique is expected to be used as an alternative method to produce cheap and good quality saplings of muskmelon especially in the Japanese Cantaloupe cultivar. The respons of in vitro cultured explants are influenced by several factors such as nutrients, growth regulators, explant sources and physical factors. Hence, explant sources, gelling agents, growth regulator types and concentrations were studied in this experiment. Cotyledons excised from 7 days old seedlings gave the highest number of shoot bud clusters. Cotyledones are good for organogenesis induction while hypocotyles are prospective for somatic embriogenesis. High numbers of shoot bud clusters were resulted on medium MS with IAA 5 mM enriched with BAP at 1 to 7 mM and gelrite or with kinetin 5 mM and bacto. Medium with BAP gave better result if combined with gelrite while kinetin was more favourable in the combination with bacto agar. 

Kata Kunci: muskmelon, organogenesis, embriogenesis somatik, IAA, Kinetin, BAP, gelrite, bacto agar.

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. II, hal. 90-97 /HUMAS-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Konsumsi melon di Indonesia semakin meningkat seiring peningkatan pola makan penduduk Indonesia yang membutuhkan buah segar sebagai salah satu menu sehari-hari. Selain dikonsumsi sebagai buah segar, melon juga dimanfaatkan untuk jus, sirup, perasa permen dan susu cair, bahkan digunakan sebagai aroma sabun. Melon juga digunakan untuk terapi kesehatan dan bijinya bahkan telah diolah menjadi minuman (6).
Melon menarik untuk dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Volume permintaan yang tinggi akan melon sering tidak terpenuhi karena masih sedikitnya sentra penanaman melon di Indonesia, sehingga prospek pengembangan melon ke daerah baru sangat cerah.
Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat, kuat dan terawat baik pada awalnya. Oleh karena itu pembibitan merupakan kunci awal bagi keberhasilan agribisnis melon. Benih melon yang selama ini ditanam di Indonesia masih merupakan benih import berasal dari Taiwan, Amerika dan Jepang (16). Untuk mendatangkan benih tersebut, diperlukan biaya yang relatif tinggi, sehingga harga buah melon di pasaran mahal terutama untuk buah melon eksklusif. Harga jual buah melon di pasaran bervariasi antara Rp 2.000,- sampai Rp 13.800,- per kg (14). Karena alasan tersebut, maka perlu dicari alternatif untuk memperoleh bibit melon yang baik dan dapat dikembangkan secara luas di Indonesia dengan harga murah. 
Salah satu teknik yang diharapkan dapat digunakan adalah teknik kultur jaringan. Keuntungan penggunaan teknik kultur jaringan diantaranya adalah dapat menghasilkan bibit yang banyak dalam waktu singkat dengan menggunakan ruang yang sedikit. Selain itu juga memungkinkan untuk memperoleh bibit yang bebas penyakit. 
Perbanyakan tanaman menggunakan teknik kultur jaringan dapat dilakukan antara lain melalui induksi tunas lateral, induksi pucuk multipel, embriogenesis somatik dan organogenesis dengan menghasilkan tunas adventif. Embriogenesis somatik adalah suatu proses perkembangan sel-sel somatik melalui tahap-tahap embriogenik menghasilkan tanaman utuh tanpa terjadinya fusi gamet (18). Embriogenesis somatik dapat terjadi secara langsung yaitu jika sel embrionik berkembang langsung dari eksplan, atau secara tidak langsung yaitu jika sejumlah siklus mitosis yang non embrionik dan tidak terorganisasi terjadi antara jaringan eksplan yang terdiferensiasi dengan struktur embrionik yang dikenali. Jadi pada embriogenesis tak langsung struktur embrionik terbentuk dari kalus. Embriogenesis sering digunakan untuk menghasilkan variasi baru. 

KESIMPULAN

Jenis eksplan kotiledon dari kecambah umur 7 hari memberi respon yang tinggi untuk pembentukan tunas sehingga baik untuk digunakan dalam induksi organogenesis. Hipokotil lebih sesuai digunakan untuk tujuan induksi embriogenesis somatik. 
Penggunaan gelrite dan BAP menghasilkan rata-rata jumlah kelompok tunas lebih tinggi daripada bacto dan kinetin. Pemakaian BAP memberi hasil yang lebih baik jika dikombinasikan dengan gelrite dan kinetin dikombinasikan dengan bacto. Rata-rata jumlah kelompok tunas yang dihasilkan cenderung meningkat pada kisaran konsentrasi BAP 0,25 7 mM dan kinetin 1-5 mM yang dikombinasikan dengan IAA 5 mM.