Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

Untitled Document

V3.n9.14

JUDUL : PERANCANGAN ALAT PENGERING IKAN UNTUK NELAYAN KECIL

PENGARANG : Danny M. Gandana dan Agus Krisnowo

Abstract

Dryer is making its way into the consumer market; dryers have expanded their uses beyond just drying clothes but also to any material contained fluid. Dryers have also expanded in capacity, features, and styles, and come equipped with energy- and time-saving features, automatic settings, and myriad cycle and temperature options. Because dryers are long-lasting uses, it's important to carefully consider -care needs as well as product durability, warranty, and service before making drier. The technology of fish drying that is designed in Lampung has been made. The system dimension is 1200mm x 1200mm x 2400mm and has capacity between 100-120 kg of fish. The dryer is designed to have drying rate to be than that of samples dried on open air drying around 3 times faster. and the rate of reducing moisture content of whole fish in the dryer much more faster than traditional drying (open air drying) and fish fillet faster than traditional one.

Kata kunci: fish dryer


Sumber :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.3, No.9, (Desember 2001), hal. 86-88 Humas-BPPT/ANY


PENDAHULUAN

Indonesia dikenal sebagai benua maritim yang mempunyai sumber daya alam laut yang berlimpah-limpah. Jutaan ikan lalu-lalang di perairan Indonesia. Dengan potensi yang sedemikian melimpah, nelayan akan dapat dengan mudah menangkap banyak ikan tetapi mendapatkan kendala kesulitan pemasaran terutama untuk usaha pengasinan ikan. Kendala usaha pengasinan ikan ini, terutama pada pengusaha pengasinan ikan bersekala kecil, adalah pada pengering ikan. Mereka pada umumnya masih menggunakan cara tradisional dalam mengeringkan ikan hasil tangkapan. Mereka masih menggantungkan diri pada alam, yaitu sinar matahari. Untuk musim kemarau, dimana matahari berlimpah dan tidak ada awan yang menutup matahari, usaha penegringan mereka berjalan dengan baik. Tetapi pada musim penghujan, dimana matahari bersinar tidak terlalu baik dan sering terjadi mendung, pendapatan mereka menurun drastis. Ikan yang dijemur akan kering sesuai dengan tingkat kekeringan tertentu yang diinginkan pasar setelah berhari-hari di jemur. Pada tulisan ini akan dibahas rancangan atau disain pengering serba guna, terutama untuk pengering ikan.


KESIMPULAN

Alat pengering dirancang, dikonstruksi dan akan diuji coba dengan kemampuan dapat dipakai untuk pengeringan ikan/pengasinan bagi industri pengasinan di Lampung Selatan. Rancangan ini dapat mengeringkan material yang berkadar air awal lebih dari 65 % dan kemudian dikeringkan menjadi 10%–5 %. Suhu udara dalam pengering dapat diatur (‘adjustable') sesuai dengan keinginan pemakai. Pengering tersebut menggunakan alat penukar panas (heat exchanger) yang ditempatkan di bagian samping ruang pengering dan berkapasitas dirancang untuk 100 kg ikan per batch .