Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

Untitled Document

v3.n9.10

JUDUL : Rekayasa Sistem Material Handling Berbasis Single Minute Exchange of Die pada Alat Ekstraksi Minyak Nilam

PENGARANG : Moh. Hamzah


Abstract

In Small and medium scale Essential Oils industrial process, the setup activity in material handling for pre and post extraction process are carried out without a certain technique and spend much time. It will decrease the productivity.Using the Single Minute Exchange of Die ( SMED ) as a technique can reduce the setup time, improve the productivity, and quality of the process and product. The Employeer can do the jobs about 27,7%, more simply of total time to carry out the overall proces than the previous way.

Katakunci : Setup, Single Minute Exhange of Die , alat ekstraksi, minyak nilam, material handling.


Sumber :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.3, No.9, (Desember 2001), hal. 63-70 Humas-BPPT/ANY

Latar Belakang

Hingga tahun 2000 kebutuhan minyak atsiri di dunia berkisar 80-90 ribu ton / tahun. Kontribusi minyak atsiri Indonesia di pasaran luar negeri masih relatif kecil, rata-rata volume ekspor hanya 3.000 – 4.000 ton per tahun yang berkisar 5%.

Hampir seluruh kegiatan usaha produksi minyak atsiri di Indonesia dalam bentuk industri skala kecil yang berpotensi meningkatkan devisa, berjenis usaha padat karya, sebagai penopang industri skala besar atau industri yang memanfaatkan minyak atsiri sebagai bahan baku. Pada kenyataannya, industri kecil tersebut masih belum mampu meningkatkan produktifitas karena kurangnya dukungan sumber daya finansial, keterampilan dan utamanya adalah teknologi.

Untuk mengantisipasi harga Minyak atsiri berfluktuasi di pasar dunia dapat dikurangi dengan meningkatkan efisiensi produksi melalui penurunan ongkos produksi, dengan memperhatikan kinerja fungsi peralatan. Disain peralatan yang standar akan memberikan peningkatan rendemen dan kualitas produk.

Walaupun proses pengolahan minyak atsiri sudah lama dilakukan, namun ditinjau dari segi perkembangannya ( baik teknologi maupun nilai ekonominya ) masih belum meningkatkan produktifitasnya.

Untuk tetap mempertahankan ” customer satisfaction ” masing-masing industri harus menyesuaikan diri sesuai iklim pasar. Meningkatnya kebutuhan produk mempengaruhi kecepatan fungsi-fungsi produksi seperti disain produk, perencanaan proses, dan prosesnya. Membutuhkan analisis yang cermat terhadap kinerja fungsi-fungsi produksi yang bermasalah. Oleh sebab itu teknologi / pendekatan metoda yang sesuai dengan kebutuhannya secara, sederhana, dan murah diupayakan meningkatkan produktifitas.

Kesimpulan

  • Hasil perbandingan menunjukkan bahwa penghematan biaya dan waktu berkisar 27.7%.

  • Pemisahan aktifitas setup menjadi internal dan external setup memudahkan pekerjaan, disamping itu dapat dilakukan pemuatan bahan baku dan pembongkaran ampas secara simultan dalam waktu bersamaan

  • Produktifitas dan kualitas terpelihara.

  • Aktifitas pekerjaan menjadi sederhana, ringan dan singkat.

Penutup

Mengembangkan pola pikir ” there is no best way, but there is always a better way” adalah salah satu langkah ke depan untuk melakukan ” continous improvement” dalam pengelolaan perusahaan khususnya industri proses. Beberapa hal mendasar yang sebelumnya tak pernah terpikirkan untuk dilakukan proses perbaikannya akan dapat diketahui jika telah tertanam pola pikir tersebut. Namun lebih baik lagi jika pola pikir tersebut digunakan untuk dilengkapi dengan pengetahuan tentang teknik-teknik yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan sistem kerja, misalnya pengetahuan tentang Single Minute Exchange of Die ini.