Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

Untitled Document

V3.n5.18

JUDUL : KEBUTUHAN TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN SAMBAS

PENGARANG : Subroto Ary

Abstract

Sambas Regency, one of the Regency in West Kalimantan Province, has a strategic position because of its location is in the north bordered with Serawak Malaysia and South Cina Sea and Natuna Sea. One of the problem is economic disparity between Sambas Regency and Serawak Area. This condition creates illegal cross border and smuggling of the forest and agriculture products from Sambas Regency to Serawak Malaysia. In fact Sambas Regency is an agraris area with rich of natural resources and agriculture product such as paddy, coconut, rubber, cacao and fisheries, Because of large area and population limitation and lack of technology, agricultural production is still low. The strategic to improve commodity production needs technology which can solve the problems. Improvement of the strategic production through the technology application would be increasing the role of the agriculture sector for the Economy of Sambas Regency and improving of the people welfare of the Sambas Regency in general, especially for the farmer.

Katakunci : Kebutuhan Teknologi untuk komoditi Unggulan

Sumber :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.3, No.5, (Agustus 2001), hal. 125-140 Humas-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah yang terletak dibagian Utara Propinsi Kalimantan Barat. Dengan luas wilayah 12.296,00 Km2, Sambas merupakan kabupaten yang paling kecil diantara kabupaten lainnya di Propinsi Kalimantan Barat. Tentang letak geografisnya Kabupaten Sambas terletak diantara 0' 33 2' 02 lintang utara dan 103' 39 110' 04 bujur timur serta letak administratif sebagai berikut; Sebelah Utara berbatasan dengan Malaysia Timur ( Serawak ). Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pontianak. Sebelah Timur berbatasan dengan kabupaten Sanggau. Sebelah Barat Berbatasan dengan laut Natuna. [7] Dengan letak geografis yang strategis terutama berbatasan dengan Serawak maka kondisi perekonomian Kabupaten Sambas mengalami perbedaan yang tajam dengan perekonomian Serawak, lebih lebih dengan adanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 sampai sekarang dimana pendapatan perkapita penduduk Malaysia pertahun telah mencapai US$ 4.000,- sedangkan pendapatan perkapita penduduk Kabupaten Sambas baru mencapai US $ 300,-. Demikian pula pertumbuhan ekonomi didaerah Serawak / Malaysia pada tahun 2000 telah mencapai 8% pertahun sedangkan Indonesia pertumbuhan ekonominya pada tahun mencapai 3,5%, sedangkan untuk Kabupaten Sambas pertumbuhan ekonominya pada tahun 2000 mencapai 2%. [7] Dengan adanya kesenjangan ekonomi antara Serawak dan Kabupaten Sambas telah menimbulkan sejumlah masalah sosial ekonomi seperti banyaknya lintas batas ilegal yang bekerja di perkebunan perkebunan di Serawak, dan banyaknya penyelundupan komoditas pertanian dan kehutanan ke Serawak. Keadaan demikian tentunya sangat merugikan perekonomian Kabupaten Sambas. Untuk mengatasi masalah tersebut salah satu caranya yaitu meningkatkan pertumbuhan perekonomian Kabupaten Sambas dengan cara meningkatkan produksi komoditas unggulan melalui penerapan teknologi yang diperlukan. Dengan meningkatnya produksi sektor unggulan melalui penerapan teknologi yang dibutuhkan di Kabupaten Sambas, akan dapat meningkatkan perekonomian kesejahteraan rakyat.


KESIMPULAN.

Kesenjangan ekonomi antara Kabupaten Sambas dengan daerah Serawak Malaysia serta rendahnya tingkat produktivitas komoditas unggulan di Kabupaten Sambas dapat secara berangsur angsur diatasi, salah satunya melalui penerapan teknologi pada proses produksi komoditas unggulan seperti padi, kelapa, karet, dan perikanan.

Penerapan teknologi pada komoditi unggulan sangat diperlukan mengingat rendahnya produktivitas komoditi unggulan, karena berbagai macam sebab, antara lain penggunaan bibit yang salah, pemupukan yang kurang, usia tanaman karet yang sudah tua tanpa peremajaan, serta serangan hama dan kurangnya irigasi. Kurangnya alat penangkap ikan serta kurangnya motorisasi perahu nelayan. Semuanya akan menyebabkan produksi komoditi unggulan masih tetap rendah.

Dengan pemenuhan kebutuhan teknologi pada komoditas unggulan diharapkan produktivitas komoditas akan meningkat baik kualitas maupun kuantitas. Dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Kabupaten sambas pada umumnya dan petani Sambas pada khususnya. Program program yang perlu dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Sambas untuk meningkatkan produksi komoditas unggulan antara lain padi , Pemerintah hendaknya melakukan program Ekstensifikasi dan intensifikasi tanaman padi dan melakukan program irigasi dari hulu sampai kehilir serta menjaga penyediaan pupuk yang cukup bagi para petani.

Bagi Subsektor Perkebunan Komoditi unggulan, Kelapa, Karet maka program program yang diperlukan antara lain Ekstensifikasi, intensifikasi dan diversifikasi budidaya perkebunan komoditi unggulan kelapa, karet. Evaluasi penggunaan lahan. Rehabilitasi tanaman perkebunan yang tidak produktif lagi terutama tanaman Kelapa dan Karet yang berusia tua. Penyediaan bibit dan penanaman. Peningkatan teknik budidaya, pasca panen, pemasaran hasil produksi dan informasi harga. Mengembangkan industri pengolahan kelapa menjadi kopra. Membentuk koperasi untuk para petani.

Untuk Subsektor perikanan diperlukan program motorisasi perahu nelayan dan tonase yang lebih besar serta meningkatkan jumlah alat tangkap.

Perlu peningkatan kemampuan industri perahu motor, serta pembangunan pabrik es, Cold Storage dan box pendingin. Membentuk koperasi bagi para nelayan. Pembentukan lembaga dari masyarakat secara mandiri yaitu Pos Ekonomi Rakyat(PER) sebagai pemasok bahan baku perikanan, pembuat produksi, pemasar dan pendana guna mendapatkan pelayanan secara terpadu ( informasi pasar, konsultasi dan bimbingan usaha, pelatihan dan pemasaran ).

Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Subsektor Pertanian Perkebunan antara lain yaitu program penyuluhan dan pelatihan berupa manajemen produksi dan pemasaran, administrasi pembukuan usaha petani, pengoperasian alat perkebunan yang maju, pengolahan hasil perkebunan. Program sekolah kejuruan pertanian dan perkebunan.

Untuk Subsektor Perikanan diperlukan program penyuluhan dan pelatihan berupa manajemen produksi dan pemasaran, administrasi pembukuan usaha nelayan, pengoperasian alat tangkap ikan yang maju, pengolahan ikan (tradisional maupun modern ), penyamakan kulit ikan hiu, ikan pari serta pembuatan kerajinan dari kerang kerangan. Program pelatihan pembuatan makanan jadi dari ikan dan produk laut lainnya. Pembangunan sekolah kejuruan perikanan.

Disamping program program pemberdayaan Masyarakat maka program program komoditas unggulan perlu juga didukung oleh program pelitian seperti :

Pembangunan balai balai penelitian, penyuluhan serta proyek proyek percontohan untuk sarana tukar menukar informasi bagi masyarakat tentang peningkatan produksi komoditas unggulan. Disamping itu perlu pula meneliti bibit bibit unggul baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk dapat dikembangkan di Kabupaten Sambas.