Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Balai IPTEKnet) BPPT
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

Untitled Document

V3.n5.06

JUDUL : PENGARUH TANSFERIN TERHADAP PERTUMBUHAN SEL CHINESE HAMSTER OVARY (CHO) DAN CHO PENGEKSPRESI PROTEIN IGF-1

PENGARANG : Tarwadi

Abstract

The growth parameters of Chinese Hamster Ovary (CHO) cell line and cho cell line expressing Insuline-like Growth Factor-1 (IGF-1) in the media containing transferin have been observed to investigate the grow effect of transferin in the protein-free media (PFM) when the cells were grown as suspension culture. The parental cell, CHO-K1 cell line was grown in serum media (FCS 10%) as a control. The growth parameters observed were maximum cell density, doubling time and maximum specific growth rate. The regulatable Super-CHO Iss-3CS-10 clone was also grown (u). The super-CHO Iss-3CS-10 grew with maximum cell density 3,8 x 10 cells/ml, the specific growth rate was 0,035/hour and the doubling time was 19,8 hours in PFM s suspension culture. However, the cell lines that express only IGF-1 as same as CHO-K1 couldn't grow in PFM with and without transferin. Apperently the effect of transferin on cell growth of cell lines expressing IGF-1 is not achieved if the cell lines are grown as suspension culture.

Katakunci : Super-CHO, IGF-1, transferin, maximum specific growth rate and IGFBP-3

Sumber :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.3, No.5, (Agustus 2001), hal. 44-49 Humas-BPPT/ANY


PENDAHULUAN

Karena sel bakteri maupun yeast tidak selalu dapat digunakan untuk memproduksi protein obat, saat ini telah banyak digunakan secara luas teknologi kultur sel mamalia untuk memproduksi protein obat. Kultur sel dari sel telur sejenis tupai Cina ( Chinese Hamster Ovary, CHO ) telah banyak digunakan untuk memproduksi rekombinan glycoprotein seperti tissue plasminogen activator (tPA), human growth hormone (hGH), erithropoetin (EPO) dan lain-lain.

Pada umumnya, media kultur suspensi sel CHO sangat kompleks. Adanya serum dalam medium pertumbuhan sangat penting karena memberkan pertumbuhan sel yang optimal dan melindungi sel dari kerusakan biologis maupun mekanis. Fungsi utama serum dalam pertumbuhan sel adalah sebagai sumber hormon dan faktor-faktor pertumbuhan sebagaimana dilaporkan oleh Hayashi dan Sato. Salah satu jenis hormon tersebut adalah Insulin yang merupakan hormon esensial dalam hampir semua jenis kultur sel mamalia.


KESIMPULAN

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sel CHO-K1 yang telah disisipi (transfected) dengan gen pengkode IGF-1 dan transferin dapat tumbuh dengan baik dalam medium tanpa serum (protein). Kultur suspensi sel CHO-K1 yang hanya disisipi (transfected) gen pengkode IGF-1 dapat bertahan hidup untuk beberapa hari tapi tidak dapat tumbuh dengan baik manakala sel tersebut ditumbuhkan dalam media PFM tanpa tranferin maupun media PFM yang mengandung transferin 10 ug/ml.