Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

JUDUL

JUDUL : PENGARUH DOSIS PUPUK N, P DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS DI LAHAN KERING 

PENGARANG : Dudi Iskandar
P3 Teknologi Budidaya Pertanian BPPT

Abstract:
The objective of the research is to examine the effect of Nitrogen (N), SP-36 (P2O5) and KCL (K2O) fertilizer for the growth and production of sweet corn (Zea mays). The research was carried out in the marginal land in Plumpang Tuban, from May to July 2002. The results show that the highest sweet corn production after 73 days was plots with combination of Nirogent 450 Kg/ha, SP-36 600 Kg/ha, and KCl 300 Kg reached 6,291 ton/ha. However financial analysis which is compare between cost and production indicated that combination of fertilizer of N 300 Kg/ha, SP-36 400 Kg/ha, and KCl 200 Kg/ha was the highest profit compare to others. Analysis of variance indicated that there was very significant differences on 0.01 levels between different doses combination of fertilizers.

Kata Kunci: Pupuk Urea, SP-36, KCl,Jagung manis, pertumbuhan dan produksi

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. II, hal. 1 - 5 /HUMAS-BPPT/ANY


1. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Jagung manis merupakan salah satu komoditas pertanian yang disukai oleh masyarakat karena rasanya yang enak, mengandung karbohidrat, protein dan vitamin yang tinggi serta kandungan lemak yang rendah. Kandungan zat gizi jagung dan jagung manis seperti terlihat pada tabel 1. Jagung manis mengandung kadar gula yang relatif tinggi, biasanya dipanen muda untuk direbus atau dibakar. Bagi para petani komoditas ini merupakan harapan, karena nilai jualnya yang cukup tinggi. Jagung manis biasanya dijual di supermarket atau restauran dengan harga lebih mahal daripada jagung biasa. 


Tabel 1. Kandungan Zat gizi Jagung dan jagung manis (3)

Kandungan Zat Gizi  (Tiap 100 gr bahan)

No

Zat Gizi

Jagung Biasa

Jagung manis

1.

Energi (cal)

129

96.0

2.

Protein (gr)

4,1

3,5

3.

Lemak (gr)

1.3

1.0

4.

Karbohidrat (gr)

30.3

22.8

5.

Kalsium (mg)

5.0

3.0

6.

Fosfor (mg)

108.0

111

7.

Besi (mg)

1.1

0.7

8.

Vitamin A (SI)

117.0

400

9.

Vitamin B (mg)

0.18

0.15

10.

Vitamin C (mg)

9.0

12.0

11.

Air (gr)

63.5

72.7


Jagung manis termasuk keluarga Graminae dari suku Maydeae yang pada mulanya berkembang dari jagung tipe dent dan flint. Jagung tipe dent (Zea mays identata) mempunyai lekukan dipuncak bijinya karena adanya zat pati keras pada bagian pinggir dan pati lembek pada bagian puncak biji. Jagung tipe flint (Zea mays indurata) berbentuk agak bulat, bagian luarnya keras dan licin. Dari kedua tipe jagung inilah jagung manis berkembang kemudian terjadi mutasi menjadi tipe gula yang resesif (1). 
Tinggi tanaman jagung manis agak pendek. Secara fisik atau morfologi bunga jantan berwarna putih, mengandung kadar gula lebih banyak dalam endospermnya. Umur tanaman lebih genjah dan memiliki tongkol yang lebih kecil serta dapat dipanen umur 60 75 hari.
Jagung manis dapat tumbuh pada semua jenis tanah , dengan syarat drainase baik serta persediaan humus dan pupuk tercukupi. Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan 5,5 7,0.
Tanaman jagung selama ini sudah cukup lama dibudidayakan oleh masyarakat Kecamatan Plumpang, namun jagung manis belum banyak dikenal. Pengenalan budidaya jagung manis di Plumpang dapat menjadi alternatif untuk peningkatan pendapatan petani dengan memanfaatkan lahan kering. Salah satunya dengan mengkaji dosis pemupukan yang optimal bagi produksi jagung manis di wilayah ini dengan menggunakan pupuk organik dan anorganik. 


KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Pemberian pupuk dengan dosis urea 450 Kg/ha, SP-36 600 Kg/ha, dan KCl 300 Kg di areal Desa Plumpang, Tuban memberikan tingkat pertumbuhan dan produksi tongkol jagung manis tertinggi (6.291 ton/ha).
  2. Dari analisis ekonomi perlakuan yang paling menguntungkan adalah (P3) Pemupukan dengan Urea 300 Kg/ha, SP36 400 Kg/ha, dan KCl 200 Kg/ha.
  3. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dan mendalam dengan dosis pupuk yang berbeda dan pemanfaatan pupuk organik untuk efisiensi pupuk an organik.

Perlu penelitian lanjutan tentang kandungan pupuk cair yang dihasilkan oleh BCF BPPT di Tuban dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tinggi dan produksi jagung.