Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Balai IPTEKnet) BPPT
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

VIV

VIV.IIB.06

JUDUL :
KARAKTERISTIK PANTAI KABUPATEN BREBES DAN ZONASI PERUNTUKANNYA

PENGARANG : Syaefudin

Abstrak
Pantai utara Brebes, Jawa Tengah merupakan pantai yang diapit oleh dua Sistem Delta yaitu delta DAS Cisanggarung yang terletak di bagian Barat dan DAS Pemali yang terletak di sebelah timur. Kedua sistem Delta tersebut secara langsung dan sangat dominan mengontrol karakteristik pantai Brebes dimana pada bagian delta terendapkan material kasar (pasir) sedangkan ke arah tengah berupa endapan lumpur serta ke arah sebelah timur kali pemali berupa endapan pasir. Kondisi pantai tersebut ditunjukkan pula oleh keberadaan mangrove dimana pada bagian tengah lebih dominan tumbuh. Pengukuran arah pergerakan sedimen pantai secara umum menunjukkan ke arah tengah sedangkan pada Das Pemali sebaguan ada yang ke arah timur membentuk pantai Pasir. Dari data kedalaman laut menunjukkan topografi dasar laut yang relatif seirama dengan bentuk pantai, dengan kedalaman yang terbesar di bagian timur dibandingkan pada bagian barat jika diukur dari pantai dengan jarak yang sama. Berdasarkan data karakteristik pantai, maka dapat diidentifikasi zonasi pantai berupa kawasan konservasi mangrove, kawasan wisata, pertambakan dan rencana pelabuhan.

Kata kunci : Pantai, Zonasi, Kabupaten Brebes

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. IV, hal. 144 - 148 /HUMAS-BPPT/ANY

PENDAHULUAN
Pada tahun 2001 dan 2002, telah dilakukan kerjasama antara P3TISDA dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes (lampiran gambar 1), dalam kegiatan Inventarisasi Potensi Sumberdaya Pesisir sebagai upaya untuk menggali potensi sumberdaya alam pesisir untuk peningkatan Pendapatan Asli daerah (PAD). Salah satu keluaran dari kegiatan tersebut berupa karakteristik pantai dan zonasi peruntukannya sebagai dasar Rencana Penyusunan Tata Ruang Pantai dan Laut (Pesisir) Kabupaten Brebes Jawa Tengah.
Pesisir Brebes banyak dilalui oleh sungai besar dan kecil yang merupakan bagian dari DAS Cisanggarung di bagian barat dan DAS Pemali di bagian timur. Sungai-sungai tersebut bermuara di perairan Pesisir Brebes membentuk delta pada bagian barat dan timur. Banyaknya material sungai yang diangkut dan diendapkan di pantai, menyebabkan kawasan ini merupakan pantai maju (prograded coastal), terutama pada daerah delta sungai Cisanggarung dan sungai Pemali. Walaupun pengaruh sungai cukup dominan, namun pengaruh laut juga cukup besar, hal ini dapat dilihat pada kedua daerah delta tersebut di atas tidak membentuk delta kaki burung (bird foot delta), sebagai ciri delta yang di dominasi oleh sistem sungai (fluvial). Kondisi ini memberikan gambaran bahwa proses-proses alam yang terjadi di Perairan Pantai Brebes cukup komplek yaitu interaksi antara proses asal darat (sedimentasi) dan proses asal laut (gelombang, pasang surut dan arus ).

KESIMPULAN
Dari beberapa pembahasan di atas maka dapat diambil beberapa kesimpulan meliputi :
Karakteristik pantai Brebes terdiri dari pantai berlumpur, pantai berpasir dan pantai mangrove.
Pantai Brebes merupakan tempat bermuaranya sungai besar dan kecil, yang menyebabkan daerah pantai Brebes makin bertambah ke arah laut (prograding).
Pantai Brebes dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis pantai, yaitu: pantai delta (Delta Losari dan Pemali), pantai teluk (Teluk Bangsri) dan pantai lurus (Randusanga). Berdasarkan tingkat perkembangan atau penambahan daerah pantainya, pantai delta mengalami perubahan paling dinamis, di-ikuti oleh pantai teluk kemudian oleh pantai lurus.
Pembagian zonasi pantai terdiri dari bagian barat mulai dari Losari (Prapag Kidul dan Prapag Lor), Teluk Bangsi sampai dengan sekitar muara sungai Nippon (Desa Sawojajar dan Kaliwlingi) baik untuk pengembangan konservasi tanaman bakau (mangrove) yang dapat berfungsi untuk pemulihan daya dukung lingkungan, sedangkan wilayah pantai bagian timur mulai sebelah timur sungai kamal sampai dengan Pantai Randusanga Kulon sangat baik untuk dikembangkan menjadi Kawasan Pelabuhan Antarpulau maupun Kawasan Pariwisata Pantai. 
Perairan pantai Brebes bagian barat relatif dangkal, untuk mencapai kedalaman laut 5 meter berjarak lebih kurang 2.25 km dari garis pantai, sedang di perairan bagian timur, kedalaman laut 5 meter, berjarak lebih kurang 1,4 km.
Makin kearah lepas pantai kedalaman laut berubah secara gradual ( morfologi dasar lautnya landai ) dengan pola garis kontur tidak lagi mengikuti bentuk garis pantainya.