Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

VIV

VIV.IIA.04

JUDUL :
EFISIENSI POMPA AIR TENAGA GELOMBANG

PENGARANG : Radianta Triatmadja, Aris Subarkah, Budi Haryanto 

Abstract
Indonesia as an Archipelago country have many large oceans. In South of Java and West of Sumatra , There are many big wave everyday. The Wave height are about 1.5 to 2.0 m with period 10 to 20 second. The Wave energy can used to irigate water from offshore to fishery pond. This research aims to create a new water pump to lift ocean water to fishery pond. This research was conducted in Laboratory with model scale and used a flume. To get wave energy water pump with enough efficiency, some variation of flap shape , dimension of piston, position of valve were tested in this experiments.

Kata kunci : pompa air, energi air, tenaga gelombang

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. IV, hal. 80 94 /HUMAS-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Pertambakan merupakan salah satu bidang perikanan yang menunjukkan peningkatan besar pada masa krisis ekonomi. Pada saat ini usaha pertambakan air payau/asin lebih banyak dilakukan di pantai yang lokasinya memungkinkan. Daerah yang menguntungkan untuk pertambakan air asin/payau adalah daerah gelombang pasang surut dengan yang relatif tinggi misalnya di atas 2 meter. Gelombang pasang surut yang tinggi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengalirkan air irigasi ke tambak dengan cara gravitasi dan mengeringkan tambak dengan cara gravitasi pula. Yang diperlukan hanyalah pintu pintu yang harus selalu dapat dioperasikan untuk tujuan tersebut. Di daerah yang pasang surutnya rendah misalnya pantai utara pulau jawa (hanya sekitar 1.0 m atau kurang ), pengairan tambak harus dilakukan dengan cara memompa air dari laut ke dalam tambak melalui parit parit, sedangkan air tawar atau payau diambil dari sungai terdekat yang tersedia. Permasalahannya adalah biaya operasional yang sangat tinggi. Sehingga untuk menekan biaya, seringkali jumlah air yang dialirkan untuk pergantian air ( agar segar ) dikurangi. Hal ini tentu berakibat pada menurunnya kualitas hasil budidaya tambak.

KESIMPULAN
1.Efisiensi penyaluran volume pompa mencapai maksimum pada H/he = 0,1.Kebocoran yang masih terjadi pada kondisi itu + 15 % untuk z/d = 0,50 dan 0,54 serta + 25 % untuk z/d = 0,45.
2.Berat bola katup w = 0,93 dan simpangan bola katup yk = 0,14 memberikan efisiensi pompa paling optimal.
3.Model pompa yang digunakan menghasilkan peningkatan efisiensi dengan sangat signifikan. Efisiensi maksimum + 20 pada T =2,24 ; 2,68 dan 3,13 detik. Efisiensi minimum + 1 % pada T = 4,03 detik.