Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

VIV

VIV.IA.03

JUDUL :
PENDEKATAN KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM DI INDONESIA DENGAN KONSEP GEOWISATA 

PENGARANG : Nur Hidayat

Abstrak
Pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia dengan geowisata sangat memungkinkan dan berpotensi. Geowisata merupakan salah satu cabang dari ekowisata yang melakukan pendekatan konservasi yang berbasis sumberdaya alam. Keanekaragaman bentukan hasil dinamika bumi yang langka, unik dan menarik merupakan aset yang berharga untuk diangkat sebagai obyek geowisata. Inventarisasi obyek geowisata, karakterisasi obyek, zonasi kawasan dan pembuatan jalur geowisata merupakan dasar pengembangan konsep geowisata. Potensi pengembangan geowisata berdasarkan posisi tatanan tektonis di Indonesia berpeluang besar untuk dikembangkan. Geowisata sarat dengan nilai pendidikan, olah raga, petualangan disamping nilairekreasi. 

Kata kunci :
Geowisata, unik, langka, almiah, konservasi

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. IV, hal. 17 28 /HUMAS-BPPT/ANY

PENDAHULUAN
Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau yang membentang di khatulistiwa yang diapit oleh Samudera Hindia dan Pasifik serta Benua Australia dan Benua Asia, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati sangat lengkap dan terkenal kaya dengan sumberdaya alamnya. Di samping itu Indonesia, juga merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai tatanan tektonik yang komplek dari arah zona tumbukan yaitu Fore arc, Volcanic arc dan Back arc. Fore arc merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan zona tumbukan atau sering di sebut sebagai zona aktif akibat patahan yang biasa terdapat di darat maupun di laut. Pada daerah ini material batuan penyusun utama lingkungan ini juga sangat spesifik serta mengandung potensi sumberdaya alam dari bahan tambang yang cukup besar. Volcanic arc merupakan jalur pegunungan aktif di Indonesia yang memiliki topografi khas dengan sumberdaya alam yang khas juga. Back arc merupakan bagian paling belakang dari rangkaian busur tektonik yang relatif paling stabil dengan topografi yang hampir seragam berfungsi sebagai tempat sedimentasi. Semua daerah tersebut memiliki kekhasan dan keunikan yang jarang ditemui di daerah lain, baik keanegaragaman hayatinya maupun keanekaragaman geologinya.
Berbagai sumberdaya alam yang tersedia tersebut baik yang terbaharui maupun tak terbaharui merupakan modal dasar bagi pelaksanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Modal dasar ini dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan pada berbagai sektor sesuai dengan arah kebijakan program pembangunan nasional yang memanfaatakan sumberdaya alam semaksimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat dengan memperhatikan pelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup.
Sumberdaya alam sebagai unsur-unsur lingkungan kedudukannya di alam satu sama lainnya membentuk suatu hubungan saling ketergantungan di dalam satu kesatuan struktur ekosistem. Ekosistem terdiri dari kumpulan komponen lingkungan yang terikat pada hukum lingkungan yaitu, keterkaitan, keanekaragaman, keseimbangan, keberlanjutan dan kegunaan. Apabila suatu sumberdaya alam atau komponen lingkungan berubah maka ekosistempun mengalami perubahan, dan apabila perubahannya melebihi batas perubahan yang dapat diterima oleh ekosistem maka akan terjadi ketidakseimbangan lingkungan.
Pada umumnya negara berkembang seperti Indonesia menghadapi masalah dan tantangan dalam mengelola sumberdaya alamnya secara berkelanjutan. Diantara masalah-masalah tersebut adalah tekanan terhadap lingkungan alami. Permasalahan penyebab tekanan terhadap lingkungan tersebut yang diantaranya adalah : 1) pertumbuhan penduduk dan distribusi yang timpang, 2) perubahan hutan, pertambangan, perkebunan, pemukiman 3) kepemilikan lahan dan 4) pencemaran yang disebabkan oleh industri, pertanian dan sedimentasi. Faktor-faktor tersebut telah mengakibatkan kerusakan habitat bagi mahkluk hidup yang menghuni wilayah tersebut. Dewasa ini penurunan yang drastic terjadi terhadap kualitas lingkungan akibat kerusakan habitat mahkluk hidup oleh aktivitas manusia. Penurunan kualitas lingkungan tersebut ternyata sangat sulit dihindari karena kebutuhan lahan yang terus meningkat untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia. Diperkirakan bahwa 900 ribu hektar sampai 1,3 juta hektar hutan dibuka setiap tahunnya untuk berbagai macam keperluan, sehingga hanya sekitar 61 % habitat alami yang masih tersisa. Di Jawa dan bali hilangnya habitat mungkin mencapai 91 % sedangkan di Irian Jaya diperkirakan hanya sekitar 7 %. Kerusakan hutan yang terus berlangsung mengancam keberadaan ekosistem hutan yang berarti mengancam kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Berbagai bencana alam mulai sering muncul seperti banjir, kekeringan dan longsor sebagai akibat aktivitas manusia dalam mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan seperti banjir dan tanah longsor.

KESIMPULAN

  1. Secara umum pariwisata telah menjadi industri yang terpenting di dunia (Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia WTTC, 1999 dalam Ceballos-Lascurian, 1995)
  2. Indonseia mempunyai potensi keanekaragaman bentukan geodinamika bumi yang sangat komplek dan beragam akibat posisi tektoniknya yang terletak pada pusat tumbukan tiga lempeng tektonik besar, sehingga berpeluang besar dalam pengembangan geowisata
  3. Geowisata merupakan salah satu alternatif pengelolaan wisata berbasis pemanfaatan sumberdaya alam secara aman dan lestari
  4. Pengelolaan sumberdaya alam dengan geowisata membutuhkan obyek, sarana pendukung, sasaran dan promosi
  5. Keanekaragaman obyek geowisata merupakan kekuatan utama daya tarik atraksi obyek geowisata
  6. Tahapan pengembangan geowisata membutuhkan komponen dasar, sarana prasarana pendukung dan aksesibilitasi disamping pasar geowisata.