Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

New Page 4

VI.IVB.01

JUDUL :
PENGARUH PEMBERIAN LAPISAN LEMPUNG TERHADAP PENINGKATAN LENGAS TANAH PADA LAHAN BERPASIR

PENGARANG : Saiful Mukhid

ABSTRAK
Tanah-tanah vulkan berpasir kasar dan tanah pasir digumuk-gumuk pantai adalah merupakan contoh dari tanah-tanah bermasalah yang banyak di jumpai. Tanah pasir tersebut mempunyai struktur yang jelek, berbutir tunggal lepas-lepas, mempunyai berat volume tinggi, kemampuan menyerap dan menyimpan air rendah sehingga kurang memadai untuk usaha tani selama musim kemarau. Disamping itu tanah ini sangat peka terhadap pelindihan unsur-unsur hara, serta peka terhadap erosi baik oleh air maupun angin. Ada beberapa cara untuk melestarikan (mengkonservasikan) air atau lengas di dalam tanah marginal berpasir yaitu penggunakan lembaran plastik atau aspal pada jeluk tertentu di dalam profil tanah dengan maksud untuk menahan air irigasi atau air hujan yang masuk ke dalam tanah agar tidak segera meninggalkan zone perakaran. Di dalam penelitian ini telah dicobakan teknik budidaya dengan memanfaatkan peranan tanah bertekstur halus (fraksi lempung) untuk meningkatkan daya tahan air, serta daya melepaskan air bagi kebutuhan tanaman pada tanah berpasir marginal yang mempunyai struktur lepas-lepas, daya simpan air rendah, kesuburan kimia relatif rendah, areasinya terlampau baik, mudah mampat, dan peka terhadap erosi air dan angin. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian lapisan lempung pada kedalaman 20-30 cm telah dapat meningkatkan kadar lengas tanah yang paling tinggi.

Kata Kunci : Lapisan Lempung, Lengas Tanah, Lahan Berpasir

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. I, hal. 401 - 411 /HUMAS-BPPT/ANY

1. PENDAHULUAN
Pertambahan jumlah penduduk akan berdampak terhadap kebutuhan sumberdaya lahan, baik untuk kepentingan pemukiman, pendidikan, industri dan kebutuhan lainnya. Dilain pihak sumberdaya lahan keberadaannya sangat terbatas. Mencetak lahan baru dengan mengkonversi hutan untuk usaha tani atau kepentingan lain, sangat tidak mungkin, karena membuka hutan bukan berarti tanpa resiko, apalagi di pulau Jawa luas hutan yang tersisa kurang dari 30% dari seluruh luas daratan. 
Di Indonesia tanah-tanah marginal yang berkandungan pasir tinggi (misalnya, tanah-tanah vulkan berpasir kasar dan tanah berpasir di pantai, merupakan beberapa contoh dari sekian banyak tanah bermasalah). Tanah-tanah berpasir seperti ini mempunyai kendala, antara lain pada aspek strukturnya yang jelek, berbutir tunggal lepas-lepas, mempunyai berat volum tinggi, kemampuan menyerap dan menyimpan air rendah sehingga kurang memadai untuk mendukung usaha bercocok tanam selama musim kemarau. Disamping itu tanah ini sangat peka terhadap pelindihan unsur-unsur hara, serta peka terhadap erosi baik oleh air maupun angin.
Dalam kaitannya dengan daya menyimpan air, tanah pasiran mempunyai daya pengikatan terhadap lengas tanah yang relatif rendah karena permukaan kontak antara tanah pasiran ini didominasi oleh pori-pori mikro 1. Oleh karena itu air yang jatuh ke tanah pasiran akan segera mengalami perkolasi dan air kapiler akan mudah lepas karena evaporasi. 

Kesimpulan 

Pemberian lapisan lempung pada ke-dalaman perakaran tanaman (sedalam 20-30 cm) di dalam tanah pasiran ternbyata dapat menaikkan kadar lengas tanah dan menurunkan laju infiltrasi. Kenaikan kadar lengas tanah ini disebabkan karena proses grafitasi dan perkolasi dihambat oleh lapisan lempung tersebut.

  1. Perlakuan pemberian lapisan lempung sedalam 20-30 cm memberikan hasil kadar lengas tanah yang tertinggi.
  2. Adanya lapisan lempung di dalam tanah pasiran menurunkan laju infiltrasi, sedang rata-rata infiltrasinya adalah 8,31 mm/menit (tanpa lapisan lempung) menjadi 4,57 mm/menit.

Saran

  1. Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk melihat / mengetahui banyaknya pem-berian tanah lempung yang optimal sehingga kondisi tanah pasiran benar-benar cocok untuk pertumbuhan tanaman.
  2. Tanah lempung bisa disarankan untuk digunakan sebagai lapisan penahan air pada kedalaman perakaran tanaman dalam jumlah dan penempatan yang optimal.
  3. Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut, guna melihat pengaruh pemberian lapisan lempung yang dikombinasikan dengan sistem irigasi sprinkler atau sistem irigasi bawah permukaan tanah