Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

VI

VI.IVA.02

JUDUL :
PEMBUATAN KOMPOS DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT 

PENGARANG : Sri Wahyono, Firman L Sahwan, Feddy Suryanto, dan Acep Waluyo

Abstract
Palm oil empty fruit bunches is one of crude palm oil industrial wastes that potentially degrade the environmental quality. One of alternatives to combat this problem is by applying biological conversion of the waste into compost with or without activator. The goal of the research was to investigate if the activator can enhance the composting process. The activator used were Biostar, OrgaDec, and EM4.The system of composting used was open windrow. The results showed that there were no significant differences in composting process using activators. The time for composting was about 13 weeks. The water needed was 1,7 to 2,3 m3. The chemical content in compost was 0,4 % (N), 0,029 to 0,05 % (P2O5), 0,15 to 0,2 % (K2O).

Kata Kunci: Aktivator, tandan kosong kelapa sawit, kompos

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. I, hal. 375 - 386 /HUMAS-BPPT/ANY

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Kelapa sawit adalah salah satu komoditi andalan Indonesia yang perkembangannya demikian pesat. Selain produksi minyak kelapa sawit yang tinggi, produk samping atau limbah pabrik kelapa sawit juga tinggi. Secara umum limbah dari pabrik kelapa sawit terdiri atas tiga macam yaitu limbah cair, padat dan gas. Limbah cair pabrik kelapa sawit berasal dari unit proses pengukusan (sterilisasi), proses klarifikasi dan buangan dari hidrosiklon. Pada umumnya, limbah cair industri kelapa sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga potensial mencemari air tanah dan badan air. 
Sedangkan limbah padat pabrik kelapa sawit dikelompokan menjadi dua yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dan yang berasal dari basis pengolahan limbah cair. Limbah padat yang berasal dari proses pengolahan berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), cangkang atau tempurung, serabut atau serat, sludge atau lumpur, dan bungkil. TKKS dan lumpur yang tidak tertangani menyebabkan bau busuk, tempat bersarangnya serangga lalat dan potensial menghasilkan air lindi (leachate). Limbah padat yang berasal dari pengolahan limbah cair berupa lumpur aktif yang terbawa oleh hasil pengolahan air limbah.

KESIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 

  1. Ditinjau dari parameter kematangan kompos seperti rasio C/N, profil temperatur, penyusutan volume dan penampilan fisik kompos, kecepatan proses pengkomposan TKKS dengan penambahan aktivator (OrgaDec, Biostar dan EM4) dan pengkomposan tanpa aktivator relatif sama yaitu sekitar 13 minggu.
  2. Kebutuhan air untuk proses pengkomposan TKKS berkisar antara 1,7 sampai 2,3 m3.
  3. Kandungan unsur hara kompos sekitar 0,4 % (N), 0,029 sampai 0,05 % (P2O5), 0,15 sampai 0,2 % (K2O).