|
VI
VI.IIIB.15
JUDUL : KARAKTERISASI DAN MODEL MEKANIS MATERIAL KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT
ALAM
PENGARANG : Seto Roseno, Agus Hadi Santosa Wargadipura
Abstract
With abundant availability of natural fibres such as jute, kenaf, ramie,
abaca, coir, ramie, etc., Indonesia as a tropical country has a great
potentiality to develop composite material products using these natural fibres
as the reinforcements. The resulting products that have both enviromental and
economic benefits are currently being developed for both technical and
conventional applications in the automotive, building, furniture, and packaging
industries. However, major drawbacks, which include low impact strength and poor
moisture resistance requires fibre and manufacturing modification for improved
properties. The objectives of this study are to present description of vegetable
fibre physical, chemical composition, and mechanical properties. With the
knowledge of fibre microstructure, cellulose content, and orientation,
mechanical behaviour of natural fibres can be modelised. The cell wall of the
fibre is considered as discontinuous reinforced composite, and is assumed to
have the fibres perfectly bonded with the matrix. TheYoung’s modulus of flax
fibre was estimated by micromechanical method using Tsai-Halpin equation and
simple application of rule of mixtures with the slight modification by the
introduction of porosity volume fraction. The tensile characteristics of the
fibre will be used for computing the strength and stiffness of continuous
unidirectional land random, as well as discontinuous fibre composites.
Furthermore, It was found that the mechanical properties of the fibre and the
matrix, the degree of fibre-matrix interfacial adhesion, the fibre cross-section
and the fibre orientation within the matrix are governing factors which
influence the mechanical characteristics of the composite. This paper also
outlines the prospective and existing use natural fibres as reinforcements in
automotive and building applications.
Katakunci: Serat Alam, Komposit Berpenguat Serat Alam, Struktur Mikro
Serat, Kandungan Selulosa, Orientasi Serat, Ikatan Adesi Antara Serat dan
Matriks, Persamaan Halpin-Tsai, Mikromekanika, Modulus Young, Aplikasi Otomotif
dan Konstruksi
SUMBER :
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. I, hal. 332 -344
/HUMAS-BPPT/ANY
PENDAHULUAN
Munculnya peraturan pemerintah dan berkembangnya kesadaran masyarakat untuk
melestarikan lingkungan hidup telah memicu pergeseran paradigma untuk mendesain
material yang ramah lingkungan. Pemakaian material komposit dengan matriks
termoset dan termoplastik yang menggunakan serat pertanian sebagai sistem
penguatan (reinforcements), yang berasal dari sumber daya alam yang terbaharui,
dapat memberikan manfaat positif, yaitu dari sisi pelestarian lingkungan,
terutama dalam kaitannya dengan kemudahan mekanisme pembuangan material ke alam
setelah habis masa pakainya (ultimate disposability), dan pemanfaatan bahan baku
yang tersedia berlimpah di alam (sustainability resources).
KESIMPULAN
Teknik karakterisasi untuk mengetahui kekuatan dankekauan serat alam telah
dianalisa. Dengan menggunakan informasi struktur mikro serat, kandungan
selulosa/lignin, orientasi serat, serat alam dapat , maka dapat dibuat suatu
model mekanis seat alam.Perhitungan dengan pendekatan mikromekanika telah
dilakukan dengan memperhitungkan dinding sel serat alam sebagai suatu komposit
berpenguat sera diskontinyu, dan mengasumsikan ikatan anatar serat dan
matriksnya dalam ikatan sempurna. Modulus Young serat alam diprediksi dengan
menggunakan persamaan Tsai-Halpin dan penerapan kaidah rule of mixtures dengan
sedikit modifikasi dalam formulanya yang memperhitungkan factor porositas.
Teknik analisa kekuatan serat alam ini kemudian dapat digunakan untuk menghitung
karakteristik mekanik (kekuatan dan kekakuan) komposit berpenguat serat. Faktor
efisiensi digunakan pada perhitungan kekuatan komposit berpenguat serat
pendek/diskontinyu. Untuk hampir semua komposit, kekakuan komposit dengan serat
pendek ini sama dengan kekakuan yang dimiliki komposit dengan serat kontinyu,
jika serat yang digunakan memiliki panjang sekitar 1 mm,
Manfaat dari kegiatan pengembangan dan penerapan material komposit berbasis
bahan serat alam adalah:
- Untuk pengembangan potensi pemanfaatan serat alam yang tersedia berlimpah
di Indonesia sebagai hasl aktifitas pertanian, melalui penelitian
karakterisasi material dan teknologi pemrosesan produk komposit ramah
lingkungan yang bernilai ekonomis.
- Dapat memenuhi kebutuhan industri yang berkembang di masyarakat, melihat
ketersediaan di alam yang cukup besar dan biaya bahan yang jauh lebih murah.
Produk yang dihasilkan dapat lebh ringan dan membutuhkan konsumsi energi
yang rendagh, sehingga dapat menurunkan biaya produksi selain upaya
meningkatkan nilai tambah produk lokal.
- Peningkatan kemampuan rancang bangun dan manufaktur material komposit
berbasis bahan serat alam untuk menunjang pembangunan industri dan
kemandirian bangsa, khususnya dalam penguasaan teknologi material.
|